Iran Jawap Tawaran Dalam Konflik

Iran menyampaikan jawaban kepada Uni Eropa atas tawaran paket kerjasama yang disodorkan kelima negara pemilik hak veto di Dewan Keamanan PBB dan Jerman menyangkut program atom Iran. Tawaran paket tersebut diharapkan dapat mengakhiri pertikaian seputar program atom Iran. Ketidakpedulian Iran sebelumnya terhadap paket itu mengundang risiko peningkatan sanksi akibat pembangkangan.

Kantor berita Iran, ‘Fars’ juga melaporkan, Iran telah menyerahkan jawaban tertulis kepada Uni Eropa. Namun, rinciannya tidak disebutkan. Dari Teheran disebutkan bahwa yang dikirimkan bukanlah jawaban atas tawaran kerjasama, melainkan dokumen yang berisikan catatan pembicaraan telefon antara, Javier Solana dengan Said Jalili.

Kelompok enam negara yang terdiri dari Cina, Prancis, Inggris, Rusia, Amerika Serikat dan Jerman akan melakukan perundingan untuk menentukan langkah selanjutnya. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Gonzalo Gallegos mengatakan di Washington, perundingan akan dilakukan melalui telefon.

Dari DW TV dikatakan bahwa “Aspek yang penting adalah, kami meminta agar Iran kembali bekerja sama dan menunjukkan pengertian mengenai program nuklirnya. Tawaran dunia barat, termasuk Rusia dan Cina, sangat luas. Kami menawarkan kemitraan ekonomi dan politik. Sebenarnya dapat diharapkan bahwa Iran tidak hanya memeriksa tawaran itu, tetapi juga mungkin menerimanya.” Keenam negara mengusulkan kepada Iran untuk memperluas kerja sama ekonomi, bila negara itu menghentikan program pengayaan uraniumnya.

Sebelumnya, pemerintah di Teheran selalu menegaskan hak negaranya atas program atom. Namun yang terjadi sama seperti biasanya, keenam negara sepakat untuk mendesak Dewan Keamanan PBB menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran, jika negara tersebut tidak menerima paket tawaran. Departemen Luar Negeri AS pun menyuruh Iran untuk menentukan apakah ingin melakukan kerjasama atau isolasi. Iran diduga hendak memproduksi senjata nuklir. Teheran selalu membantah tuduhan itu dan tidak berniat menghentikan kegiatan pengayaan uranium. Pihak barat mengkhawatirkan, Iran akan memproduksi uranium yang diperkaya dan kemudian digunakan untuk memproduksi bom atom.

Mengapa upaya peningkatan geopolitik strategis Iran terkait dalam teknonuklirnya masih saja dinilai buruk dan menjadi ancaman bagi dunia barat. Pengenmbangan nuklir tersebut sudah jelas logis untuk kebutuhan energi alternatif yang membawa nilai ekonomis bagi Iran. Satu hal yang harus ditegaskan adalah ini sebenarnya adalah masalah kecemburuan sosial dunia barat akan kebangkitan Asia. Mengapa mereka harus takut terhadap proyek nuklir Iran yang jelas-jelas masih dalam tahap produksi. Dan kenapa juga mereka tidak takut kepada negara yang jelas-jelas pula sudah punya teknologi nuklir dan pernah melakukan bom atom kepada Jepang dua kali. Apakah dunia dibutakan akan hal itu? Sudah saatnya teknologi dapat dimiliki baik secara akses dan produk bagi semua negara, bukan malah tetap menjadi dominasi dunia barat khususnya negara adidaya.

Tinggalkan Balasan