Desain Kemerdekaan Indonesia

Tan Malaka pernah mengatakan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah sebuah fase yang terlalu dini. Dalam gagasannya Gerpolek, ia memaparkan bahwa kemerdekaan Indonesia tidak 100%. Sekarang setelah 63 tahun kemerdekaan, belum kunjung jua yang mau mementahkan gagasannya dengan membuktikan bahwa Indonesia dapat memperoleh kemerdekaan 100% melalui semangat dan konsistensi mengisi kemerdekaan Indonesia.

Merdeka 100% bisa jadi memang tidak didambakan oleh sebagian kalangan terutama mereka yang masih menginginkan status quo. Bagaimana tidak? Banyak pengamat Indonesia baik politik, ekonomi, dan pendidikan selalu saja mempunyai kritikan dan analisis mengenai bidang yang terkait. Semua itu sudah terbukti merupakan sebuah gagasan yang brilian, namun nyatanya mengapa tidak pernah mendapat restu atau minimal tanggapan dari para pemegang kekuasaan negara baik legislatif maupun eksekutif. Media dan masyarakat akan selalu mengatakan sebuah gagasan itu bagus tapi apa artinya jika tak pernah menjadi realisasi.

Seperti halnya juga gagasan dan wacana, bukti membawa peranan yang sangat penting. Itulah mengapa dalam Madilog karya Tan Malaka, logika dan dialetika menjadi bergantung pada materialisme dan begitu sebaliknya materialisme bergantung pada logika dan dialektika. Bukti menurut Tan Malaka adalah ilmu dalam menyingkapi cara berpikir secara aktual karena terkandung fakta. Bukti adalah fakta dan fakta adalah dasar dari ilmu bukti. Idealisme yang pokok adalah budi dan integritas pikiran, sedangkan secara materialisme benda dan realita nyata merupakan hal yang pokok dan yang mendasar.

Baca entri selengkapnya »