Dedikasi mahasiswa di era dunia datar adalah tema yang saya angkat, ketika menjadi keynote speaker(halah):) dalam talkshow peringatan sumpah pemuda “Kontribusi Mahasiswa dalam Pembangunan Nasional” di universitas Ma Chung pada tanggal 29 Oktober 2008. Acara tersebut merupakan salah satu rangkaian acara dari mata kuliah Character Building and Development Center 3 (CDBD 3). Mata kuliah itu adalah salah satu mata kuliah kepribadian yang wajib diikuti setiap mahasiswa universitas Ma Chung. Dalam CBDC 3 kali ini merupakan alternatif dari mata kuliah kewarganegaraan yang biasa ada di universitas lain. Namun prosesnya dilakukan secara terintegrasi oleh semua mahasiswa, dosen, dan staf dalam bentuk seminar, kuliah tamu maupun diskusi panel.
Ketika itu kebetulan harus menyajikan diskursus tentang kontribusi mahasiswa bagi pembangunan nasional. Karena saya merasa belum cukup berkontribusi nyata terhadap bangsa, ya makanya saya pilih judul di atas (tanpa kata “lugu” pastinya). Yang lugu mungkin cara saya sendiri dalam menyampikan diskursus itu. hahaha
Maklum saya bukan orator ulung seperti Budiman Sujatmiko. Saya hanya terinspirasi dari apa yang disaimpaikan pak Romi SW ketika menyuarakan arah pergerakan mahasiswa yang seharusnya-mahasiswa 2.0. makanya dengan judul lugu dalam talkshow tersebut saya berkeyakinan bahwa mahasiswa harus bisa berinisiatif membuka wacana di depan publik, walaupun terkesan bahasanya bahasa dewa. Tapi tak apa, dengan begitu akan hadir versi bahasa manusianya:). Baca entri selengkapnya »





