Perubahan era di dunia sekarang telah beralih dari era industri menuju era informasi. Itulah yang menjadi topik saya dalam pengantar sebuah esai untuk salah satu portfolio untuk web development universitas. Judul aslinya sih adalah “Regalitas Media Online dalam Keterbukaan Perguruan Tinggi”. Namun terkesan ilmiah maka judulnya saya sesuaikan bagi para dedikator sekalian.
Membuat sebuah portfolio web development sendiri bukanlah tujuan utama, namun memaparkan apa yang seharusnya yang dilakukan oleh subjek yang saya tulis di sini adalah hal utama yang saya tendang. Jika harus dikatakan bahwa dunia ini memang memasuki era informasi, maka tidak bisa tidak, tebar kemaslahatan lewat jejaring ini sangat penting. Sebagai mahasiswa lugu, saya pun sebenarnya sedikit sekali mempunyai kapasitas dalam tebar-tebaran itu. Namun untuk mengawalinya, maka inilah bentuk yang hanya bisa saya lakukan untuk memperbesar kapasitas tebar-tebaran itu. Mungkin juga sudah saatnya jurnalisme online harus go public sehingga bukan hanya sekedar tiras yang didapat tapi traffic tinggi yang tentunya punya nilai kemaslahatan.
Nah sekarang langsung pada materi. Perubahan telah membawa suasana baru pada bentuk media massa. Hal ini juga didukung oleh lahirnya teknologi baru yang berbentuk jaringan jagat raya internet. Dari internet inilah lahir alternatif media baru yaitu media online.Peran media online telah mampu membuat seluruh pelosok di antero jagat ini menjadi melek informasi. Bayangkan saat dedikator berada di luar negeri, pada pagi hari masih bisa mengikuti peristiwa politik, ekonomi, dan hiburan di Tanah Air tanpa harus menunggu waktu yang lama. Media online atau website memiliki masa depan yang baik karena dengan demikian pelakunya akan mampu mengubah dunia. Hal ini berkaitan dengan keunggulan media online sebagai media informasi secara real time. Setiap berita yang tersaji secara komprehensif disambungkan ke bank data, jangkauannya global dalam waktu yang sama dan terdokumentasi. Media online sangat menjangkau pelanggan lebih dekat, alternatif bagi promosi, kepuasan kepada pembaca yang mudah diakses, serta berita aktual yang diperbaruhi secara berkesinambungan adalah sebuah daya tarik tersendiri.
Secara alamiah memang peranan media online hanya dapat dirasakan bagi dedikator yang paham dan haus akan dunia informasi beserta pengetahuan di dalamnya. Hal ini karena di sisi lain, media online telah meredefinisi pers berkaitan dengan fungsinya dalam penafsiran kembali berita secara real time. Setidaknya jika pengakses internet kian besar, maka pengaruh media online akan sangat nyata bagi segala aspek kehidupan. Selain itu pertumbuhan media online juga akan memacu media dalam bentuk lain untuk melakukan perubahan mendasar atas visi penginformasian. Jika dibandingkan dengan jalur media konvensional lainnya maka masih memerlukan waktu yang lama untuk dapat menguraikan berita terbaru sekalipun. Artinya segala peristiwa dan komentar sekaligus analisisnya dapat disajikan oleh media online dalam waktu cepat bahkan ketika suatu peristiwa berlangsung.
Kehadiran media online sangat membuka sebuah peradaban pemberitaan baru, peradaban event on the making. Artinya, berita akan dengan segera di-upload ke dalam situs begitu terjadi. Namun bukan berarti media online dapat dengan mudahnya menjadi alat pemengaruh. Posisi sebuah media online juga ditentukan oleh para pengasuhnya. Mereka akan menjadi sumber referensi jika konten yang ditampilkan memang memberikan nilai tambah secara implisit bagi pengunjung.
Media online perguruan tinggi
Keterjangkauan media online bukan hanya pada institusi komersial belaka. Institusi nirlaba seperti pendidikan pun dapat memanfaatkan sarana ini sebagai usaha membuka jendela informasinya terutama yang berkaitan dengan aspek akademis. Sebuah perguruan tinggi secara alamiahnya memang tidak memberikan informasi aktual terhadap semua kalangan penghuni dunia maya. Namun dilihat dari fungsi kelembagaannya, perguruan tinggi mempunyai peranan khusus dalam penyampaian referensi pendidikan, bahkan bagaimana ia bisa mempropagandakan situsnya menjadi sebuak situs yang mempunyai hits tinggi tidak hanya dari kalangan akademisi saja adalah peluangnya.
Media online sangat praktis, tidak perlu ijin. Pemerintah pun tak bisa mengahalangi media online sehingga terjadi debirokratisasi. Dalam konteks perguruan tinggi, media online dapat memperdayakan sumber daya mahasiswa sebagai agen perubahan untuk memberikan citra positif dalam dunia internet. Hal ini praktis apa yang akan diinformasikan adalah sebuah informasi seputar kampus, peristiwa yang layak di publikasikan akibat dari hasrat kalangan akademisi untuk bisa membuat image branding institusinya.
Berbicara mengenai visi tiap perguruan tinggi, pastinya semua memiliki tujuan bagaimana agar visi yang dibuat dapat dipropagandakan kepada publik. Dalam konteks ini, media online merupakan tempat institusional branding yang tepat. Bagaimana perguruan tinggi dapat menunjukkan aspek regalitasnya sebagai referensi pendidikan serta kontol sosial bagi aspek lainnya adalah sebuah peluang yang strategis.
Jika di lihat secara ke dalam dan keluar, maka perguruan tinggi mempunyai banyak faktor yang sangat layak dapat dibuka di mata publik. Contohnya saja mengenai Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM). Sebuah perguruan tinggi yang tahu bagaimana cara untuk terakui secara menyeluruh baik kualitas pendidikan, penelitian, serta pengabdian masyarakatnya, maka akan memunculkan site khusus LPPM pada websitenya. Berbeda dengan mereka yang tidak tahu menahu cara membuat personal branding, sehingga sudah terlanjur tertutup segala informasinya.
Keterbukaan dan publikasi
Era keterbukaan informasi juga menuntut sebuah perguruan tinggi bisa melakukan upaya pendongkrak generasi muda untuk maju. Oleh karena itu dengan memanfaatkan sebuah media online, peranan perguruan tinggi harus bisa mengalihkan prioritas mahasiswanya dari situs porno ke situs akademik. Begitu juga peranan media online akan membuka kesempatan sebuah perguruan tinggi menjadi referensi nomor satu untuk kategori pendidikan.
Dengan adanya era informasi yang dudukung media online sebagai kendaraannya, maka diharapakan banyak universitas yang dapat membuka diri. Artinya mereka dapat membuka seluruh publikasi yang hak ciptanya dimiliki oleh Universitas, termasuk di dalamnya jurnal ilmiah, skripsi, prosiding, tesis, bahkan disertasi. Di sini peran media online akan membantu meningkatkan image branding Universitas dari sisi referensi akademisnya serta tidak ada lagi alasan untuk melakukan plagiarism. Akan sangat disayangkan jika penngetahuan dan penelitian yang dimiliki Universitas membusuk di perpustakaan dan hard disk server, karena tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Jadi dengan keterebukaan setidaknya akan mencegah terjadinya plagiarism karena artinya kita telah menempatkan “polisi” yang menjaga terjadinya pelanggaran hak cipta. Selain itu faktor keterbukaan juga sangat penting agar sebuah Universitas dapat masuk ke dalam jajaran rangking Universitas dunia berdasarkan Webometrics.
Semangat membangun kreativitas online pada Universitas akan menimbulkan berbagai kemudahan dan percepatan dalam metode pengajaran. Segala fasilitas media online dengan dukungan dosen-dosen yang militan di bidang informasi akan memunculkan metode kuliah online yang bisa dimanfaatkan siapapun dan di manapun. Media online yang khusus mengintegrasikan akses dosen, mahasiswa, serta seluruh pihak yang berkepenrtingan ini sering disebut sebagai e-learning. Dengan kuliah online maka masyarakat dapat mengikuti perkuliahan maya dengan berbagai modul pembelajaran yang terbuka bebas. Siapapun bisa menjadi dosen dan siapapun bisa menjadi mahasiswa. Inilah yang telah dilakukan di berbagai perguruan tinggi termuka di luar negeri. Bahkan seperti halnya MIT di Amerika, telah membuka seluruh bahan kuliah bahkan sampai ujian bagi masyarakat umum melalui media online.
Sejauh ini memang perguruan tinggi yang melakukan open publication atau open content untuk publikasi ilmiah banyak dilakukan oleh perguruan tinggi swasta sedangkan perguruan tinggi negeri belum dapat membuka publikasinya secara menyeluruh. Jadi masih terbuka lebar bagi perguruan tinggi di Indonesia untuk memanfaatkan media oline sebagai upaya kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
Universitas di Indonesia secara umum belum dapat memberikan fasilitas dan memacu dosen dan mahasiswa untuk menulis. Dengan adanya e-learning maupun media online sebuah Universitas maka diharapakan akan adanya kesempatan bagi dosen dan mahasiswa untuk menggunakan fasilitas server kampus untuk menulis atau ngeblog. Jika sebuah universitas bisa fokus pada hal ini saja, maka tidak mungkin masyarakat awam akademis bisa tertarik untuk menjadikan website universitas sebagai sumber referensi.
APLIKASI
Bentuk media online yang dapat dilakukan oleh sebuah Universitas sangat beragam sesuai dengan tujuan apa yang mereka harapakan. Aplikasi dalam hal ini adalah suatu segmen untuk mencapai keterbukaan yang seharusnya. Ada beberapa aplikasi yang dapat berperan seperti e-learning, e-academic, e-career, dsb. Kematangan aplikasi tersebut dalam sebuah universitas akan memberikan unit kerja yang sitematis dalam layanan berbasis IT yang baik. Layanan seperti rekrutmen mahasiswa, sistem e-learning dengan konten ajar, otomasi perpustakaan, sampai ke urusan karier setelah lulus adalah salah satu terobosannya.
Universitas harus mampu memanfaatkan media online secara mandiri terlepas dari biaya atau pun sumber dayanya. Dengan anggaran yang terbatas pun sebenarnya Universitas dapat melakukan promosi baik konten dan aplikasi dengan membangun integritas serta user interface lewat media online. Terlepas dari kemudahan akses media online sendiri, SDM juga menjadi aset penting dalam institution building sebuah universitas. Oleh karena itu SDM yang ada di dalamnya harus dimanfaatkan untuk dapat membuat kreatifitas dunia maya sehingga akan memberikan nilai tambah bagi stakeholder kampus (mahasiswa, orang tua, masyarakat).
Pemanfaatan media online melalui beragam aplikasi suatu saat nanti akan menjadikan kampus bergerak ke arah yang lebih baik, yaitu tidak hanya mengejar kuantitas, namun juga berusaha meningkatkan kualitas akademis sehingga dapat membuka peluang anak bangsa dan mendapat pengakuan secara internasional sebagai universitas yang berkualitas.
Sudah saatnya para dedikator untuk ikut andil dalam regalitas dunia maya ini tanpa ataupun dengan lembaga kita. Bukankah memulai dengan tebar kemaslahatan lewat blog adalah langkah awal memanfaatkan kesempatan menjadi mahasiswa 2.0 ?
Tetap dalam dedikasi,
Ekak K. Hardianto






November 16, 2008 pukul 10:20 pm
inikah essay-na mas ekak bwad tim website kmarend…??? huehehe mboyzz rekkk^^
btw mz ekak visit blog-ku yang personal yah…
http://myhabibah.blogspot.com
feel free to comment…^^