Knowledge | Insight | Lifestyle| Beyond

Kiat Menjadi Mahasiswa Lugu yang Sukses

studentSaya terkadang cukup heran dengan apa yang dilakukan oleh teman-teman sejawat di kampus. Mereka uitu bisa mikir apa ndak ya. Dikatakan pinter karena IPK nya diatas 3 tapi kok kelakuanya kaya anak bayi. Bagaimana tidak. Hidup yang mereka lalui seakan banyak yang disia-siakan.dikatakan bodoh rasanya kok gak manusiawi. Nayatanya kalau dalam urusan silat lidah, pasti ada aja alas an yang bisa dijadikan tameng mereka menagpa melakukan itu semuanya. Saya cuma berpikir apakah mereka gak merasa rugi hanya melakukan aktivitas itu-itu aja, tanpa variasi, datang lalu pulang, belajar buku kuliah dapat nilai A. hadir rapat BEM yang bahasannya pun gak pasti selesai dalam waktu itu aja. Saya melihatnya kok itu bukan kategori para dedikator yang berjalan di rel dedikasi ala republik dedikasi(halah :)

Banyak juga teman kuliah yang dari luar kota. Mereka praktis kos atau kontrak. Berteman membangun dengan siapapun orang bukankah itu kewajiban. Makanya romantika kehidupan kos pun saya sedikit banyak tahu. Walau bukan anak kos yang biasanaya justru disandangi gelar anak mama atau belum mandiri. Eh ternyata image itu tak berlaku pada saya. Justru kalau bisa adakan konferensi pers, dengan bangga saya akan mengatakan bahwa kemandirian dan dedikasi ini jauh lebih dramatis ketimbang anak kos :)  bagaimana tidak, jika kebanyakan mereka kos karena alasan geografi. Sang orang tua pastinya memberi kepercayaan bahwa dengan kemandirian itu adalah dedikasi yang harus dilajankan di jalan dedikator masing-masing. Bukannya luntang-luntung kurang pekerjaan, foya-foya nongkrong di warung, nonton bioskop atau keluyuran tanpa manfaat dengan “boarding house and the gang”. Rutinitas yang gitu-gitu aja, bangun pagi ketika anak smp sudah mulai upacara. Terkadang bahkan sholat subuh ditinggalakan. Kadang-kadang saya bersyukur walau bukan anak kos tapi juga jauh dari orang tua, tapi merasa bangga walau orang tua tak pernah berpesan yang aneh2 ataupun menuntut ini itu, saya bisa buat aturan hidup saya sendiri.

Saya sendiri gak tahu pasti apa yang dirasakan teman-teman kos. Apa mereka sudah bosen ndengerin kuliah pak dosen? Malai bete dengan suasana kos-kosan? Jadi masalah seperti ini sangat mungkin dialami mereka.nah coba deh sekarang ikuti tulisan ini, soap tahu ada kiat yang manjur bin mahfud yang bisa bikin semangat bangkit dari kubur.

  1. Bangun tidur lalu minum air putih 2 gelas karena minum air putih di pagi hari membersihkan kelenjar di tenggorokan sekaligus mengusir setan pembawa pemalasan di bawah langit2 mulut(halah). Kemudian berdiri di depan kaca dan yakinilah bahwa anda adalah makhluk pilihan di muka bumi ini yang tidak ada duanya. Setidaknya terpilih sebagai wakil desa anda yang bisa kuliah di universitas ini. Ya anda paling tidak paling cakep, ya memang benar, paling tidak jika dibandingkan dengan hewan dan tumbuhan :)
  2. Mandi yang bersih lalu berdandan setelah itu ambil jepretan foto anda di kamera ponsel. Jika merasa kurang puas ulangi hingga 17 kali. Bila masih merasa jelek juga berrti wajah anda memang tidak enak untuk dilihat.
  3. Nyalakan computer lalu ketik http://wordpress.com  atau http://blogger.com dan buat account blog di sana.
  4. Renungi hidup anda, ingat-ingat lagi perjalanan hidup dari kecil sampai sekarang dan apa yang telah anda lakukan. Masuk ke menu administrasi http://wordpress.com, klik Write->Page. Buat tulisan dengan judul About Me, tuliskan resume, kisah hidup dan Curriculum Vitae (CV) anda. Tuliskan “apa saja” seluruh kegiatan anda di sana. Dari lahir, SD, SMP, SMA dan kuliah. Pernah jadi ketua OSIS, sekretaris, bendahara atau pesuruh OSIS? Atau pernah ikutan nyembelih kambing kurban, pernah jadi penjaga masjid, pernah bikin workshop komputer, pernah menang lomba balap karung, cerdas cermat atau lomba gambar di kampung. Tulis semuanya. Kerahkan seluruh ingatan anda, anggap saja nostalgia. Sekali lagi, tulis semua, apapun yang anda lalui di “Page” berjudul About Me tadi. Sudah puas? Klik “Publish“.
  5. Sekarang ayo berdiri, jalan ke meja belajar anda. Kenangi kehidupan kampus anda, senangnya ketika diterima di universitas ini, semangatnya ikutan ospek (atau apa ya namanya sekarang?), dosen-dosen anda yang baik dan menyenangkan, nilai mata kuliah anda yang naik turun (yang pasti lebih banyak turunnya :) ), dan mungkin juga teman-teman mahasiswi anda yang sudah menolak cinta anda  Kenang semua. Olala, ada kenangan manis disaat anda berjaya dengan satu mata kuliah yang anda senangi, dosennya juga maknyus kalau ngajar, dan anda akhirnya anda mendapatkan berkah nilai A diantara tumpukan nilai C, D dan E.
  6. Kurang bahan? Dulu kayaknya pernah pinjem buku bagus tentang “manajemen portofolio” di perpustakaan? Ok, kebetulan udah masuk waktu dhuhur dan makan siang. Jangan lupa mampir dulu untuk sholat dhuhur di masjid samping kos-kosan, dan makan siang di warteg andalan. Ok, genjot sepeda ke kampus, langsung ke perpus. Cari buku kenangan anda tadi. Kalau di perpus ada komputer internet, balik lagi ke http://wordpress.com anda. Lanjutkan tulisan-tulisan anda.
  7. Sebelum tidur, baca bismillah, dan ucapkan syukur hari ini anda sudah melakukan kegiatan yang sangat baik dan  produktif, kegiatan yang bisa membanggakan orang tua, teman, tetangga, dan dosen anda. Dan Insya Allah bisa menjadi bekal kontribusi anda ke republik tercinta ini.
  8. Bangun pagi, nggak usah kebanyakan tidur, anda bukan bayi lagi  Sholat shubuh dan lanjutkan petualangan hidup anda.
  9. Lanjutkan dedikasi. Mudah-mudahan semester ini tumpukan nilai A anda semakin banyak. Dan Insya Allah saya jamin, anda tidak akan kesulitan ngerjain skripsi atau TA di semester akhir. Kok bisa? Ya, anda sudah terbiasa banyak baca dan nulis, ini modal penting bikin skripsi. Logikanya kalau anda banyak nulis, pasti banyak baca tho 
  10. Kalau kebiasaan 1-9 anda lakukan sampai anda lulus, Insya Allah anda tidak akan kesulitan mencari pekerjaan. Justru pekerjaan yang akan mencari anda. Tulisan-tulisan anda di blog sudah di-indeks oleh banyak mesin mencari. Bahkan mungkin kalau orang googling dengan keyword “manajemen portofolio“, yang muncul nomor satu adalah blog anda. Anda nggak perlu bawa CV ke mana-mana karena anda sudah tulis di blog anda. Tentu anda akan semakin surprise kalau ada penerbit yang nawarin membukukan tulisan-tulisan manajemen portofolio yang anda telateni selama ini. Kesempatan jadi dosen bukan mimpi lagi, lha wong yang nulis bukunya anda. Wajar tho sekalian ngajar   Malah anda mungkin sudah ditokohkan oleh masyarakat Indonesia di bidang “manajemen portofolio”? Amiiin. Cuman jangan sombong, sombong itu temannya setan 
  11. Akhirnya, alhamdulillah anda telah sukses melewati kehidupan mahasiswa anda dengan baik. Bukan karena siapa-siapa, tapi karena dedikasi anda sendiri, karena tangan anda sendiri, dan tentu saja pertolongan dari yang DIATAS. Jangan lupa, tetap lanjutkan dedikasi di kehidupan baru.

Nah simple bin gampang kan sebenarnya. Hanya saja perlu dedikai dan komitmen yang keras. Tapi saya yakin bahwa para dedikator pasti tahu jalan dedikasi yang baik. Teruskan selalu dedikasi ini sampai kita nanti bertema bersama di meja bundar kedua.

Tetap dalam dedikasi!

Ekak Hardianto

 

*(beberapa petuah dari pak Romi SW)

3 Tanggapan

  1. boleh juga nih Tipis-nya

    salam

    November 21, 2008 pada 12:46 pm

  2. Lacha

    kiat ke-10, terlepas apakah dicari pekerjaan atau yang mencari pekerjaan,

    Seorang HRD pernah berkata, sepanjang karirnya selama memeriksa dokumen lamaran, ada tiga dokumen yang paling unik dan berbeda. Berikut komentarnya:

    ===================================================
    Yang pertama berupa sebuah brosur. Bukan brosur sembarangan dan yang biasanya dicetak hitam putih. Tapi sebuah brosur yang sangat bagus sekali, dengan kertas yang berkualitas dan dicetak full-color! Hebat, orang ini sungguh serius sekali.

    Yang kedua hanya sebuah dokumen CV biasa. Yang membuatnya berbeda adalah CV ini dikirimkan dengan menggunakan jasa FedEx. Karena mengira itu dokumen penting, dokumen itu sampai ke meja saya dengan mulus dan langsung saya baca. Dalam hal merebut perhatian saya, CV ini telah mengalahkan ratusan CV yang lain.

    Yang ketiga adalah CV yang menyertakan sebuah hyperlink ke sebuah situs pribadi. Yang sungguh mengagumkan adalah CV itu tidak berkata banyak selain membuat saya penasaran untuk mengunjungi situs tersebut. Dalam situs itu ada rekaman video singkat tentang mengapa saya harus memberinya pekerjaan. Inilah yang disebut berusaha ekstra untuk sebuah CV!

    sumber: lowongan sabtu.com
    ================================================

    get the point?! never be afraid to be different and forget it: a commitment needs sacrifices

    Juli 24, 2009 pada 10:46 am

  3. Lacha

    Saran untuk Ekak, “Bagaimana tidak?” dihindari donk, terlalu sering digunakan. atau… itu memang personal brandingmu…*-* bosan melihat huruf2 itu selalu berjejer. coba dicari kawan sepadannya.

    Salam,
    Tetap dalam dedikasi

    Juli 24, 2009 pada 10:50 am

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.