Ketika akhirnya resmi bergabung dalam tim pengembang website universitas Ma Chung, mata saya dibukakan akan satu hal yang tak pernah terpikirkan selama ini. ternyata informasi dan komunikasi sekarang ini telah berada pada tataran paling menentukan dalam kehidupan manusia. Terlepas dari apapun struktur negaranya, kompetensi itu tidak boleh tidak harus dimiliki jika ingin tetap eksis di dunia ini
Kenapa saya akhir-akhir ini jadi getol dengan apa yang namanya image branding di dunia maya padahal saya bukan orang teknologi, saya hanya manusia fana yang lugu di jalan para dedikator
serta mulai sedikit-sedikit mempelajari web 2.0 tidak lain karena beberapa jargon di dunia IT seolah telah memcumbu jiwa ekonomi manajemen saya. Jadi saya mengimani bahwa benar bahwa era dunia datar telah tiba. Sense of branding & marketing ini berpadu dengan daya pikat web 2.0 membuat seolah bagai sepasang kekasih yang mendapatkan restu untuk segera melangsungkan sebuah ikatan suci. Begitulah analogi yang saat ini kurasakan.
Bagi para teman dedikator IT sendiri mungkin mereka merasa tidak ada yang special dengan budaya tebar keshalehan dunia maya ini. mereka tahu bahwa Teknologi informasi adalah subjek mereka. Tapi karena mungkin sense of economic- nya belum berpadu makanya tidak sedikit dari mereka yang menghiraukan hal itu sendiri.
Kembali mengenai dunia datar saya jadi teringat ketika membawakan tema diskursus sumpah pemuda di Universitas Ma Chung yang kurang lebih mengangkat tema tersebut dalam perspektif sosial politik. Namun beberapa hari kemudian saya kembali diamini kembali dengan tema tersebut ketika pak Windra membawakan diskursus yang serupa berjudul "The World is Flat" pada acara forkom humas se malang raya. Inilah proses knowledge management . Ketika saya lagi tertarik dengan tema tertentu, ada orang lain yang membukakan pintu baru tentang hal yang sama yang harapannya informasi-informasi itu dapat saya kelolah menjadi pengetahuan baru. Mengenai knowledge management lebih lanjut akan saya bahas dalam artikel selanjutnya.
Dalam diskursus itu tersirat bahwa ada 3 hal yang mendatarkan dunia ini yaitu globalisasi 1.0 , globalisasi 2.0 dan globalisasi 3.0 . Setiap versi globalisasi yang digambarkan mempunyai perbedaan mendasar.
Globalisasi secara hakekat telah berlangsung sejak lama. Globalisasi versi 1.0 telah dimulai Columbus di tahun 1492, juga pergerakan lain sampai tahun 1800-an. Proses ini menyusutkan dunia dari ukuran besar menjadi sedang. Globalisasi 1.0 berhubungan dengan negara dan otot, pelaku utama dan kekuatan penyatuan global adalah seberapa gigih, seberapa besar otot, seberapa besar tenaga kuda atau tenaga angin motor pemicu Globalisasi 1.0 adalah meng-globalnya negara. Pertanyaan utama yang sama seperti yang dilontarkan oleh pak Romi pada Globalisasi 1.0 adalah: Dimana posisi dan peluang negara saya dalam persaingan global? Bagaimana saya turut mendunia dan bekerjasamad engan orang lain lewat negara saya?
Globalisasi versi 2.0 berlangsung dari tahun 1800-2000. Masa ini menyusutkan dunia dari ukuran sedang ke ukuran kecil. Dalam Globalisasi 2.0 pelaku utama dan kekuatan penyatuan global adalah perusahaan-perusahaan multinasional. Perusahaan-perusahaan ini mendunia demi pasar dan tenaga kerja. Pada masa awal, penyatuan global dimotori jatuhnya biaya pengangkutan berat mesin uap dan kereta api. Berikutnya dimotori oleh jatuhnya biaya telekomunikasi berkat penyebaran telegraf, telepon, PC, satelit, serat optik, Word Wide Web versi awal. Terjadi pasar global dengan adanya pergerakan barang, jasa, informasi dan tenaga kerja dari benua ke benua. Motor penggerak Globalisasi 2.0 adalah meng-globalnya perusahaan. Pertanyaan utama Globalisasi 2.0 adalah: Dimana posisi dan peluang perusahaan saya dalam ekonomi global? Bagaimana perusahaan saya bisa memanfaatkan peluang tersebut? Bagaimana saya turut mendunia dan bekerjasama dengan orang lain melalui perusahaan saya?
Globalisasi versi 3.0 dimulai tahun 2000, yang menyusutkan dunia dari ukuran kecil menjadi sangat kecil dan mendatarkan lapangan permainan. Era yang memungkinkan memberdayakan dan melibatkan individu serta kelompok kecil untuk dengan mudah menjadi global dengan sebutan “tatanan dunia datar” (flat world platform). Contoh nyatanya adalah konvergensi (penyatuan) antara komputer pribadi yang memungkinkan setiap individu dalam waktu singkat menjadi penulis materi mereka sendiri seara digital, serat optik yang memungkinkan mereka untuk mengakses lebih banyak materi materi di seluruh dunia dengan murah, serta workflow software yang memungkinkan individu-individu di seluruh dunia untuk bekerja bersama-sama mengerjakan suatu materi digital dari manapun, tanpa menghiraukan jarak antar mereka. Motor penggerak Globalisasi 3.0 adalah kekuatan baru yang ditemukan untuk bekerjasama dan bersaing secara individual dalam kancah global.
Ya. The world is flat. Itulah paradigma baru yang saya baru tahu selain dari pak Windra dan pak Romi SW, ternyata dicetuskan oleh Thomas L. Friedman dalam bukunya yang berjudul sama. Friedman mengatakan bahwa dunia ini telah didatarkan oleh konvergensi 10 peristiwa utama yang berhubungan dengan politik, inovasi dan perusahaan. Pokok pikiran ini sebenarnya adalah dimana ketika waktu tidak menjadi lagi factor yang mengahalangi manusia untuk terus menghasilkan sesuatu dan berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik. Perkembanan dunia semakin cepat membuat manusia semakin sibuk, dapat mengetahui apapun informasi di penjuru dunia tanapa harus berpindah tempat dalam belahan bumi yang berbeda. Itulah mengapa bahwa bumi seolah tidak bulat lagi. Bumi telah didatarkan sehingga kita pun dapat melihatnya secara utuh.
Berikut ini saya coba tampilkan 10 kekuatan yang digambarkan oleh Friedman dalam mendatarkan dunia.

Berikut juga akan saya tuliskan 3 faktor utama yang mendatarkan dunia saat ini:
1. ERA KREATIFITAS BARU
Runtuhnya tembok Berlin pada 9 Nopember 1989 adalah tonggak mulainya demokratisasi dan tumbuhnya kreatifitas. Tidak hanya menjadi titik tolak sejarah bersatunya jerman timur dan barat, pengaruhnya runtuhnya tembok Berlin bahkan sampai ke India. Menteri Keungan India pada saat itu yaitu Mannohan Singh mengambil inisiatif mulai membuka pintu ekonomi pada tahun 1991, melepaskan manajemen gaya sosialis yang hampir saja membangkrutkan India, meningkatkan cadangan devisa yang sebelumnya hanya $1 juta menjadi $118 miliar, dan meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi dari hanya 3% menjadi lebih dari 7%. Di Eropa sendiri runtuhnya tembok berlin juga membuka jalan terbentuknya Uni Eropa, ekspansi 15 negara menjadi 25 negara, dan munculnya mata uang bersama bernama Euro. Enam bulan setelah runtuhnya tembok berlin, Microsoft Windows 3.0 muncul dengan fitur yang lebih mudah digunakan. Meskipun tentu saja Bill Gates harus mengucapkan terima kasih kepada para pesaingnya yaitu Steve Jobs yang lebih dulu mempelopori komputer rumah bernama Apple II tahun 1977, juga IBM yang membuka standar Personal Computer (PC) sehingga bisa dikembangkan oleh siapapun di dunia seperti sekarang ini. Beberapa kreatifitas lain yang luput dicatat oleh Friedman adalah di tahun yang sama Linus Torvald membangun kernel Linux generasi pertama, yang tidak diduga oleh pembuatnya sendiri Linux menjadi sistem operasi modern dan saingan terbesar Microsoft di era kini.
2. ERA KONEKTIFITAS: MENDUNIANYA WWW
World Wide Web (WWW) atau kemudian disebut Web mengubah Internet menjadi dunia maya ajaib. Dengan Web orang bisa menempatkan karya digitalnya untuk diakses siapapun, memanggil dokumen yang tersimpan di server dan menayangkannya di layar komputer dengan cara yang sangat mudah. Tim Berners-Lee sang pencipta WWW telah ikut serta dalam proses mendatarkan dunia. Dalam thesis PhDnya Tim Berners-Lee meneruskan pekerjaan Vint Cerf dan Bob Kahn yang lebih dulu mengembangkan Internet. Web adalah ruang informasi maya, kalau di Internet banyak komputer, maka di Web ada banyak dokumen, suara, video, dan berbagai informasi lain. Tidak salah kalau majalah Times edisi 14 Juni 1999 menempatkan Tim Berners-Lee sebagai salah satu dari 100 orang yang paling berpengaruh di abad ke-20. Tim Berners-Lee berjuang untuk tetap membuat WWW terbuka, tanpa hak milik dan gratis. Dia juga yang mempopulerkan kode hypertext yang mudah dipelajari (HTML), merancang skema pemberian alamat (URL), mendesain aturan-aturan di Web yang kemudian menjadi HTTP (Hyper Text Transfer Protocol).
Apa yang dipikirkan Tim Berners-Lee tentu tidak akan menjadi booming tanpa peran Jim Clark dan Marc Andreessen yang membuat browser bernama Mosaic dan kemudian berubah menjadi Netscape. Go public-nya Netscape di jaman kepemimpinan Jim Barksdale sebagai CEO tahun 1994 membuka lembaran baru adanya gelembung (bubble) yang menarik banyak modal baru ke dalam bisnis Internet. Global Crossing termasuk perusahaan yang kecipratan gelembung, karena mendapat kepercayaan dan investasi dari hampir seluruh perusahaan telekomunikasi untuk memasang jaringan kabel serat optik di seluruh dunia. Netscape dan Global Crossing tidak ikut serta dalam bisnis dotcom, tapi mereka justru pioner yang menyuburkan bisnis dotcom (termasuk eBay, Amazon dan Google). Kenyataan sejarah berkata lain, akhirnya Global Crossing bangkrut dengan hutang $12,4 miliar karena terlalu banyak jaringan serat optik yang dibangun padahal kebutuhan traffic bisnis tidak sebesar itu. Netscape juga harus gulung tikar dibeli oleh AOL. Bill Gates mengibaratkan fenomena ini dengan bisnis Internet itu seperti bisnis emas, kadang lebih banyak uang dihasilkan dari penjualan Levis, cangkul, sekop, dan kamar hotel kepada para penambang daripada yang didapat dari menambang emas itu sendiri.
3. REFORMASI ALUR KERJA DAN PERANGKAT LUNAKNYA
Pengaruh era konektifitas dengan adanya Internet dan Web membuka kemungkinan perubahan alur kerja secara signifikan. Scott Hyten adalah CEO Wild Brain, perusahaan animasi besar di San Fransisco yang telah membuat film dan kartun untuk Disney. Scott menceritakan bagaimana dia memproduksi sebuah film dengan alur kerja dunia datar. Unit rekaman berlokasi di dekat para artis, biasanya di New York atau LA. Desain dan penyutradaraan dilakukan di San Fransico. Para penulis mengirim naskahnya dari masing-masing rumah mereka (Florida, London, New York, Chicago dan LA). Animasi tokoh-tokohnya dilakukan di Bangalore dan editing dilakukan di San Fransico. Alur alam kerjanya disebut Scott dengan gaya “sepakbola” yang sangat efisien, sehingga 8 tim di Bangalore bisa bekerja secara paralel dengan 8 penulis, meskipun harus melibatkan 50 artis dalam produksinya.
Semua pekerjaan diatas dapat terlaksana karena adanya perangkat lunak alur kerja yang baik. Diatas jaringan serat optik kecepatan tinggi, dukungan teknologi Internet dan protokolnya, dari HTTP, SMTP, POP, SNMP, HTML, XML, SOAP, AJAX, dan juga kemudahan pembayaran elektronik dengan payment gateway semacam PayPal, perusahaan semacam SalesForce.Com menawarkan solusi dan perangkat lunak alur kerja yang bisa memecahkan masalah dan memberi solusi efektif bisnis anda.
Nah melihat bahwa dunia telah didatarkan oleh kekuatan-kekuatan yang setiap detiknya selalu berubah, maka dari itu dedikasi para dedikator tidak boleh henti. Tidak ada pakem yang mutlak untuk dapat memenangkan persaingan ini sampai menuju garis finis. Hanya komitmen seperti yang dikatakan dedikator Mutiara Aisyah dan kemana tujuan kita seperti dikatakan dedikator Rahma Ona. Saya beserta garda depan Banyu Biru akan berusaha melaluinya sesuai jalan para dedikator
Referensi:
Romisatriowahono.net : The World Is Flat: 10 Kekuatan Yang Mendatarkan Dunia
Diskursus The world is Flat oleh pak Windra
Thomas L. Friedman: The World is Flat
Tetap berdedikasi di dunia datar!
Ekak Hardianto






November 24, 2008 pukul 6:40 pm
dan di era dunia datar kali ini,,saya percaya bahwa anda kan tetap berdedikasi di bodang anda…
tetap semangat!!
This world is waiting for us…