Knowledge | Insight | Lifestyle| Beyond

Archive for November, 2010

Menggeser Cara Berpikir Pemasaran

Selamat datang di era marketing 3.0! Ya begitulah kira-kira pembukaan yang saya sampaikan ketika menjadi salah satu keynote speaker dalam ruang publik “Youth Interaction” di Universitas Ma Chung pada tanggal 6 November 20110.

Youth Interaction adalah sebuah forum diskusi antar mahasiswa di berbagai bidang keilmuan yang pada kesempatan yang lalu mendapat representatif dari Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, Universitas Ma Chung, dan Edith Cowan Perth University sebagai keynote speaker dalam diskusi panelnya. Form ini sendiri pada seri perdananya mengangkat topik tentang “Perspektif teknologi dalam berbagai bidang keimuan”. Oleh karena itu dari ke-6 keynote speaker yang hadir tersebut mereka mengupas habis sudut pandang mereka tentang peranan teknologi bagi bidangnya. Ada sudut pandang budaya dan Satra (Maria Mamahit-Univ. Machung), perspektif hukum (Johan Avie-Univ. Airlangga), perspektif teknologi pertanian (Ahmad Herlyasa- Brawijaya), Teknologi informasi (M. Fauzill Haqqi- Univ. Ma Chung), Digital Cybercrime/hacker (Rendy Kharisma-Edith Cowan Perth University), dan tentunya juga  saya sendiri untuk perspektif ilmu pemasaran.:)

Kebetulan pasca diskusi, banyak yang menanyakan untuk materi lebih detilnya, maka berikut mungkin akan saya sarikan kembali esensi dari judul yang telah saya bawakan. Marketing in The Moment: Menggeser Paradigma Web 2.0 Marketing Ke Web 3.0 Marketing, itulah judul yang saya bawakan dalam acara tersebut. Pemilihan judul tersebut bukan tanpa alasan. Pemakaian frase ‘web marketing’ dikarenakan model dan paradigma pemasaran berubah karena mengikuti gelombang dan perubahan teknologi web. Masa hidup produk teknologi memang begitu pendek, begitu pula mempengaruhi arah model pemasaran. Belum puas kita mengeksplor kecanggihan yang ditawarkan oleh teknologi web 2.0 sehingga paradigma berbagi pun kian marak menjangkit marketing 2.0.

Kini muncul tanda-tanda web 2.0 akan tergeser oleh produk lainnya yang jauh lebih maju. Tepatnya, paradigma yang terjadi kini menjadi apa yang disebut web 3.0.Oleh beberapa pemerhati serta kalangan pemasaran dan teknologi informasi, web 2.0 seakan segalanya-yang dapat mengakomodir tantangan dan kebutuhan manusia di era informasi ini. Namun jika diperhatikan ada banyak hal yang membuat teknologi ini seakan menyebalkan, kurang dapat menjawab kebutuhan yang sesungguhnya dan semakin hari semakin absurd penggunaannya.

Michael Tasner, dalam bukunya “The Practical Guide To Using Web 3.0 Marketing To Reach Yor Customers First”, menulis tentang tanda-tanda pergesaran paradigma ini dengan sangat fenomenal. Bagi Tasner, web 2.0 masih memiliki celah dan memberi peluang segar untuk metamorfosa teknologi yang lebih lanjut, pasalnya kini orang merasa web 2.0 mengalami kejenuhan, kesalahpahaman, penurunan kualitas interaksi, dan keterbukaan yang terkotak.

(lagi…)


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.