Kaleidoskop Kegiatan 2008

Jujur saja tahun baru bukan sesuatu yang spesial bagi saya, makanya ketika menjelang tutup tahun 2008 dan awal tahun 2009 sementara blog partner yang lainnya membuat postingan khusus ala tahun baru, tidak demikian dengan saya. Jadinya saya tidak menulis khusus tentang tahun baru, bahkan memberikan ucapan selamat. Nah yang terakhir ini sedikit mengherankan saya. Praktis banyak sekali ucapan selamat tahun baru yang nangkring baik lewat Friendster, Fecebook, dan SMS, namun itu semua menurut saya bukan hal yang spesial. Jadi minta maaf saja kalau sms anda jarang sekali yang saya balas.

Kebiasaan yang akan saya budayakan dalam tahun baruan adalah menuliskan kaleidoskop kegiatan dan pencapaian yang telah diraih selama setahun belakang. Tahun baru atau tidak tahun baru merupakan spesial bagi saya karena waktu itu misteri. Jadi jangan bangga dulu dengan pergeseran waktu yang kian cepat saja. Justru banyak beban yang belum kita kontribusikan kepada keluarga, masyarakat, dan negara. Tambah satu tahun, berarti beban kita bertambah untuk memberikan yang terbaik bagi kehidupan masing-masing. Hayo para generasi muda, jangan malas-malasan, saatnya menata diri dan waktu untuk berdedikasi pada bidang masing-masing!;) Baca entri selengkapnya »

Dare to be Dynamic (versi ekak)

knowledge_head_sSelalu ada hikmah dalam setiap kejadian. Itulah romantika yang saya alami. Menjadi manusia lugu yang mempunyai segudang obsesi adalah sebuah branding yang saya tetapkan. Ada banyak peristiwa, kesmpatan yang mungkin patut diorganisasikan menjadi suatu kumpulan database atau saya lebih suka menyebutnya dengan knowledge management. Untuk hal yang satu itu saya memang sangat concern. Meskipun hambatan berupa rutinitas yang cukup menyita energi membuat bebrapa kompetensi tersebut hanya menjadi tumpukan konsep yang berlabuh di otak, buku agenda, bahkan note ponsel. Semua masterpiece atau blueprint yang lahir dari otak ini masih belum regal mendapatkan jalannya untuk terwujud sesuai idealnya.

Di tengah kecemasan jika nanti akan kehilangan ribuan data di brainware, saya mulai menata kembali beberapa ide yang telah berserakan dalam dan terimplementasi secara terpisah-pisah. Saya mencoba menyatukannya kembali dalam sebuah sistem yang sistematis dimana harapannya semua orang dapat menggunakannya atau minimal terispirasi darinya. Saya sendiri bingung karena masih belum punya waktu yang tepat untuk memulai itu. Resiko profesi menghalangi saya untuk cepat membuat knowledge management ala Banyu Biru. Bagaimana tidak, praktis tiap harinya selalu ada saja yang harus saya selesaikan. Walaupun tuntutan itu bukan sebuah kompetensi yang memberikan feedback cukup signifikan, namun yang menjadi orintasi saya adalah investasi jangka panjang. Jika anak yang lain berusaha mengejar nilai nominal baik secara akademis maupun materil, saya justru berbeda. :) Baca entri selengkapnya »

Aku Telah Hidup 200 Tahun

jumper Akhirnya saya dapat juga merasakan hidup lebih 200 tahun. Kalau pak Romi pernah bilang dia telah hidup 600 tahun memang wajar. Beliau jam terbangnya bukan lagi sekelas Hayden Christensen dalam film Jumper tapi mungkin yang lebih tepat sudah seperti Wolverine yang tak diketahui berapa usianya. Ya, saya berhasil membuktikan sebuah tips agar dapat hidup lebih 200 tahun. 200 tahun dulu lah, nanti jika ada kesempatan lagi saya akan tambah umur saya lebih 1000 tahun lagi. Saya bahkan juga bisa berpindah lokasi secara cepat layaknya jagoan pada film The Jumper. Anda benar. Saya juga dapat memainkan waktu sesuka saya untuk dapat menjadi peran yang berbeda di belahan dunia apapun yang saya mau.

Baru saja saya ikut mengantar kedatangan Ayatollah Khomeini dari pengasingannya di Paris kembali ke negerinya Iran. Saya juga turut menyaksikan revolusi Iran tahun 1979 bersamaan juga diusirnya Reza Pahlevi di kerajaan Iran. Ayatollah Khomeini yang saat itu ikut andil besar dalam revolusi Iran adalah figure yang membebaskan orde hedonisme pemerintahan Pahlevi yang didukung oleh Amerika. Begitu jelas juga saya menyaksikan Iran berubah menjadi satu-satunya Negara arab yang menjadi Republik Islam dari sebelumnya yang menganut sistem monarki. Saya juga berada di samping Mahmod Ahmadinejad ketika ia menjadi seorang wali kota Teheran yang tiap jam 9 malam selalu berpatroli sendiri melihat apakah kotanya sudah aman. begitu pun tahun 2005 ketika ia menjadi kandidat tak terduga calon presiden Iran mengalahkan Rafsanjani kala itu. Baca entri selengkapnya »

Selamat jalan Meutia, selamat jalan kekasih khayalanku!

meutia2Aku menangisi kepergianmu. Pasalnya akan jarang lagi kusaksikan wajah ayumu di balik kaca. Lantas siapakah yang akan menemaniku minum segelas kopi tanpa gula (SAY NO TO SUGAR mode on) setiap petang jam 6 sore. Wah selasa malamku laksana berada di kuburan tak mendengar polahmu menyerang orang lain.

Itulah sepenggal kisah yang kurasakan saat ini. Iya, benar. Aku sedang kehilangan sosok yang berharga bagiku. Sosok wanita idaman. Sosok kekasih khayalan bagi Boogie Wonderland (versi lamaku). Sosok dedikator bagi Banyu Biru (versi baruku). Sosok pendamping dikala sore dan malam hariku.  

Eits…tapi tunggu dulu. Ini bukan masalah cinta-cintaan. Bukan pula masalah pacar-pacaran. Cinta bagiku masih terlalu jauh untuk dibahas dalam sebuah blog dedikasi ini. Pacar pun antah berantah ada di benakku. Mereka semuanya hanyalah penghambat dedikasi ini. Maka, wahai para dedikatorku, jangan kau kejar cintamu, tapi biarlah cinta yang mengejar dirimu. Seruan ini adalah sebuah seruan lugu dari sang mahasiswa yang hanya mengenal tulisan sebagai media penebar kemaslahatan (halah)

Baca entri selengkapnya »

COMING SOON: “The New Face of Boogie Wonderland”

 

 
 
 NANTIKAN SOFT LAUNCHING  

 

BANYU BIRU BLOG

 

Setelah sempat vakum selama sebulan dalam dunia maya, maka sebentar lagi Boogie Wonderland akan segera hadir kembali dengan warna dan konsep baru. Nama pun akan berubah menjadi lebih membumi. Bagi para kawan khayalan maupun nyata, nantikan perubahan ini. Semoga wacana yang ada dalam postingan blog ini dapat bermanfaat serta menginspirasi untuk selalu bergerak menjadi mahasiswa 2.0 

 

“Perspective journalism in living”

 COMING SOON

 

 

Dengan mengusung tema kebangsaan, mengingat sekarang perjalanan saya telah ditemani oleh para Laskar dedikasi dalam “KIB”(mau tahu singkatannya-tunggu Soft launchingnya!), maka blog ini akan mengarahkan niche kejurnalistikan dalam celotehnya.

Salam dedikasi,

Ekak K. Hardianto

Kilas Balik Juli 2008

Para perempuan pribumi perkotaan Bolivia yang senang mengenakan pakaian tradisional cholita, melihat-lihat barang-barang terbaru di toko elektronik di La Paz. Gambar ini diambil untuk-tetapi tidak diterbitkan-kisah “Bolivia, Atap Timah Pegunungan Andes” di National Geographic edisi Mei 1943. Ada kemungkinan para perempuan ini tidak hanya sekedar melihat-lihat. “Cholita perkotaan tidak banyak terkait dengan kepercayaan populer mengenai budaya asli yang tidak lekang waktu dan kekal,” ujar professor antropologi dari American University, Lesley Gill. Saat ini, “mereka lahir di perkotaan dan pada umumnya berpenghasilan baik. Penghasilan mereka terutama berasal dari perdagangan dan gaya berpakaian mereka dinamis, mahal, dan menunjukkan feminitas modern Aymara. Banyak dari topi mereka berasal dari Italia, misalnya,” Gill mencatat, “dan kini bahan untuk rok mereka berasal dari Korea.” – Margaret G. Zackowitz.

Sumber:NGI