Beberapa waktu ini saya disibukkan oleh banyak hal yang membutuhkan penanganan cukup serius. Saya sempat termenung ketika melihat sudut ruangan tempat dimana biasanya segala aktivitas saya lakukan di sana. Selalu saja yang muncul adalah sejumlah gagasan yang berseliweran tentang bagaimana caranya membuat sebuah terobosan dalam hidup, tempat aktivitas (kampus), garda banyu biru, serta branding pribadi yang merupakan dasar karier nantinya. Inilah alasan utama kenapa banyak ide yang berterbangan di otak ini yang ingin diwujudkan, tapi sayangnya jarang mendapat tempat atau bahkan harus kontroversi dulu.
Apa sebenarnya pokok permasalahannya? Apa idenya jelek? tidak juga. Buktinya tanggapan secara eksplisit selalu positif. Hanya yang mengherankan mengapa begitu susah untuk mereka mengerti. Banyak ide bagus dan brilian namun justru tak dilakukan dengan benar. Kalau sudah begitu, ide yang bagus tadi akan terbuang dengan percuma.
Sungguh sayang dan ingin berteriak rasanya, ide itu hanya terpendam di kepala. Namun dari pengalaman Pitching sebuah ide yang pertama kali di depan jajaran petinggi universitas yang lalu, laksana melakukan sebuah pitching tender besar seperti di dunia korporasi. Saya merenungi dan membawa pesan yang dapat jadi sebuah tip bagi anda sekalian. Olala… intinya cara kutu kupret yang sok berani dalam mengutarakan ide itu lebih penting daripada ide itu terendap. Kalaupun toh banyak pertentangan dan kontroversi, ya inilah pembelajaran hidup. Sampai kapan kita akan berada di atas menara gading, kalau gak pernah mau turun ke bumi untuk melihat dunia yang sesungguhnya patuh pada rutinitas yang itu-itu aja.hehe:)

Saya tertarik ketika membaca artikel ringan di majalah Marketing berjudul Demokrasi Pasar di Republik Facebook yang ditulis oleh Mas Andre Vincent Wenas. Nah, bukan bermaksud untuk menambah daftar panjang diskusi politi atau bahkan polemik tentang demokrasi yang terjadi di Indonesia, saya justru ingin mengajak dan melihat bagaimana dunia ini memang sudah didatarkan oleh kekuatan-kekuatan konvergensi global. Saya sempat menyinggung masalah ini dalam artikel tentang 



