Membuka Keterbukaan (Universitas) dengan Regalitas Web

Perubahan era di dunia sekarang telah beralih dari era industri menuju era informasi. Itulah yang menjadi topik saya dalam pengantar sebuah esai untuk salah satu portfolio untuk web development universitas. Judul aslinya sih adalah “Regalitas Media Online dalam Keterbukaan Perguruan Tinggi”. Namun terkesan ilmiah maka judulnya saya sesuaikan bagi para dedikator sekalian.

Membuat sebuah portfolio web development sendiri bukanlah tujuan utama, namun memaparkan apa yang seharusnya yang dilakukan oleh subjek yang saya tulis di sini adalah hal utama yang saya tendang. Jika harus dikatakan bahwa dunia ini memang memasuki era informasi, maka tidak bisa tidak, tebar kemaslahatan lewat jejaring ini sangat penting. Sebagai mahasiswa lugu, saya pun sebenarnya sedikit sekali mempunyai kapasitas dalam tebar-tebaran itu. Namun untuk mengawalinya, maka inilah bentuk yang hanya bisa saya lakukan untuk memperbesar kapasitas tebar-tebaran itu. Mungkin juga sudah saatnya jurnalisme online harus go public sehingga bukan hanya sekedar tiras yang didapat tapi traffic tinggi yang tentunya punya nilai kemaslahatan.

Nah sekarang langsung pada materi. Perubahan telah membawa suasana baru pada bentuk media massa. Hal ini juga didukung oleh lahirnya teknologi baru yang berbentuk jaringan jagat raya internet. Dari internet inilah lahir alternatif media baru yaitu media online. Baca entri selengkapnya »

Dedikasi ala Mahasiswa “Lugu” di Era Dunia Datar

Dedikasi mahasiswa di era dunia datar adalah tema yang saya angkat, ketika menjadi keynote speaker(halah):) dalam talkshow peringatan sumpah pemuda “Kontribusi Mahasiswa dalam Pembangunan Nasional”  di universitas Ma Chung pada tanggal 29 Oktober 2008. Acara tersebut merupakan salah satu rangkaian acara dari mata kuliah Character Building and Development Center  3 (CDBD 3). Mata kuliah itu adalah salah satu mata kuliah kepribadian yang wajib diikuti setiap mahasiswa universitas Ma Chung. Dalam CBDC 3 kali ini merupakan alternatif dari mata kuliah kewarganegaraan yang biasa ada di universitas lain. Namun prosesnya dilakukan secara terintegrasi oleh semua mahasiswa, dosen, dan staf dalam bentuk seminar, kuliah tamu maupun diskusi panel.

Ketika itu kebetulan harus menyajikan diskursus tentang kontribusi mahasiswa bagi pembangunan nasional. Karena saya merasa belum cukup berkontribusi nyata terhadap bangsa, ya makanya saya pilih judul di atas (tanpa kata “lugu” pastinya). Yang lugu mungkin cara saya sendiri dalam menyampikan diskursus itu. hahaha

Maklum saya bukan orator ulung seperti Budiman Sujatmiko. Saya hanya terinspirasi dari apa yang disaimpaikan pak Romi SW ketika menyuarakan arah pergerakan mahasiswa yang seharusnya-mahasiswa 2.0. makanya dengan judul lugu dalam talkshow tersebut saya berkeyakinan bahwa mahasiswa harus bisa berinisiatif membuka wacana di depan publik, walaupun terkesan bahasanya bahasa dewa. Tapi tak apa, dengan begitu akan hadir versi bahasa manusianya:). Baca entri selengkapnya »

Desain Kemerdekaan Indonesia

Tan Malaka pernah mengatakan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah sebuah fase yang terlalu dini. Dalam gagasannya Gerpolek, ia memaparkan bahwa kemerdekaan Indonesia tidak 100%. Sekarang setelah 63 tahun kemerdekaan, belum kunjung jua yang mau mementahkan gagasannya dengan membuktikan bahwa Indonesia dapat memperoleh kemerdekaan 100% melalui semangat dan konsistensi mengisi kemerdekaan Indonesia.

Merdeka 100% bisa jadi memang tidak didambakan oleh sebagian kalangan terutama mereka yang masih menginginkan status quo. Bagaimana tidak? Banyak pengamat Indonesia baik politik, ekonomi, dan pendidikan selalu saja mempunyai kritikan dan analisis mengenai bidang yang terkait. Semua itu sudah terbukti merupakan sebuah gagasan yang brilian, namun nyatanya mengapa tidak pernah mendapat restu atau minimal tanggapan dari para pemegang kekuasaan negara baik legislatif maupun eksekutif. Media dan masyarakat akan selalu mengatakan sebuah gagasan itu bagus tapi apa artinya jika tak pernah menjadi realisasi.

Seperti halnya juga gagasan dan wacana, bukti membawa peranan yang sangat penting. Itulah mengapa dalam Madilog karya Tan Malaka, logika dan dialetika menjadi bergantung pada materialisme dan begitu sebaliknya materialisme bergantung pada logika dan dialektika. Bukti menurut Tan Malaka adalah ilmu dalam menyingkapi cara berpikir secara aktual karena terkandung fakta. Bukti adalah fakta dan fakta adalah dasar dari ilmu bukti. Idealisme yang pokok adalah budi dan integritas pikiran, sedangkan secara materialisme benda dan realita nyata merupakan hal yang pokok dan yang mendasar.

Baca entri selengkapnya »

Simbis 2008:Aku kalah lagi

Proses dokumentasi terlebih melalui tulisan adalah sebuah upaya merekam sejarah. Kata intelektual kebanyakan di dunia dengan merekam apapun memoar yang kita alami sedikitnya lewat tulisan adalah bentuk pembangunan peradapan baru. Lantas apa hubungannya dengan artikel yang akan anda baca sesaat lagi?

Hubungannya tentunya baik-baik saja. Namun seperti yang sudah saya katakan kalau dokumentasi adalah proses pembuatan sejarah, maka dari itu saya tidak mau melewatkan sejarah pribadi saya. Dari coretan ini suatu saat mungkin kalau saya(maupun sodara saya Boogie) jadi orang trknal, praktis stiaknya mrka bisa tahu porfolio saya. Hahaha

Sebelumnya bagi yang belum kenal, saya adalah mahasiswa di suatu universitas baru namanya M*****G. Katanya sih bakalan jadi besar di kemudian hari. Tapi sedikitpun saya tak pernah terkesima dengan label tersebut  Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam My Portfolio. Tag: , , , . 3 Komentar »