Personal Branding di Republik Facebook

facebookSaya tertarik ketika membaca artikel ringan di majalah Marketing berjudul Demokrasi Pasar di Republik Facebook yang ditulis oleh Mas Andre Vincent Wenas. Nah, bukan bermaksud untuk menambah daftar panjang diskusi politi atau bahkan polemik tentang demokrasi yang terjadi di Indonesia, saya justru ingin mengajak dan melihat bagaimana dunia ini memang sudah didatarkan oleh kekuatan-kekuatan konvergensi global. Saya sempat menyinggung masalah ini dalam artikel tentang era dunia datar . Saya rasa bahwa tujuan dan esensi nantinya akan kembali lagi dengan apa yang namanya kebutuhan personal branding atau bahasa kutu kupretnya adalah tebar pesona dan keshalehan lewat duni maya. Untuk hal yang satu ini mudah-mudahan dapat “menggoda” para pribadi, dosen, mahasiswa, atau bahkan sesame kutu kupret untuk mencoba “menjlentrehkan” kenarsistikannya lewat personal branding dunia maya. Apa saja itu? Yuk kita bahas yuk….

Jika ditanya siapa di antara anda yang tidak punya account di Facebook, Friendster, Linkdln, dan lain2nya? Kalau belum pun toh gak masalah dan gak bakal dikejar oleh petugas KPK atau petugas pajak yang belakangan memang sedang gencar kejar target. Konon pengguna Facebook di Indonesia sudah mencapai angka 1 juta. Inilah bentuk republik virtual yang paling demokratis di dunia karena setiap dari kita bebas keluar masuk menentukan apakah mau berpartisipasi (add/confirm) atau keluar (remove/delete) dari “Negara kota” ini.

Baca entri selengkapnya »