People behind me

Berikut ini adalah sosok tokoh-tokoh yang merupakan guru, inspirator, pembimbing, serta pengingatku dalam menjalankan dedikasi ini. Merekalah yang menjadi salah satu mazhab bagaimana prinsipku berjalan. Bahkan jika dedikasi ini berada pada fase penurunan, merekalah yang membuatku tetap ingat akan apa saja orintasi yang coba kubangun melalui personal branding ini.

Who are they?

                      Mahmod Ahmadinejad
Dialah tokoh dunia pertama yang membuatku jatuh hati sampai menggerakkanku untuk lebih jauh mengetahui wawasan geopolitik dunia. Dia berani menerima ketidakpopuleran namun terkadang juga bisa sangat frontal dalam mengambil keputusan. Karakter kuatnya yaitu tidak mudah berkompromi dengan situasi yang tidak ia yakini. Itulah kesamaan kami. Dia menggerakkan sekaligus mempertegas prinsipku bahwa menjadi berbeda bukanlah kesalahan. Semua itu memberikan lampu hijau bagi dedikasiku bahwa untuk bersuara tidak harus langsung kepada objek yang kita tuju. Bagaimana membuat pengaruh secara cantik dengan tahu timingnya adalah influence tactic sejati. Satu lagi hal yang menjadi inspirasiku terhadap dia ketika ia berani dianggap berbeda untuk suatu hal yang ia yakini. Ia bahkan hannya seorang sederhana, lugu, lusuh dengan komunikasinya yang jauh dari potongan diplomat dan negarawan. Toh dengan keluguannya itu ia bisa membuat para diplomator kaliber PBB tak berani bersilat lidah. Kali ini, Informal Leadership adalah orientasiku!

               

Budiono Mismail
Dialah salah satu dosen yang membuka pemahamanku tentang pentingnya kebenaran. Segala sesuatu harus merujuk pada sebuah kerangka konseptual sebelum mengaplikasikan ke dalam kehidupan. Motto khasnya bahwa “ jangan membenarkan yang biasa namun membiasakan yang benar” sangat sesuai sekali dengan langkah yang kucoba untuk kubangun. Informal leadership bagi dia adalah jalan yang lurus dan bijak untuk menebarkan kemaslahatan secara alami. Tanpa tendensi dan juga kemunafikan. Ternyata benar, sejak itu apa yang kita ungkapakan dari tiap kecap lidah ini sangat berpengaruh terhadap pesan dan teladan yang bisa kita tularkan kepada lingkungan terdekat kita. Jadi, secara tidak langsung strategi tersebut sangat manjur digunakan untuk merubah orang lain tanpa harus melalui forum formal. Kali ini, Most Valuable Person (MVP) adalah orientasiku!

Romi Satrio Wahono
Dialah sang masterpiece. Sosok sederhana namun sangat cerdas dan pandai berbahasa manusia (sangat mudah mengkomunikasikan bahasa ilmiah kepada kaum muda) sehingga segala olah katanya dapat menggerakkanku untuk melanjutkan dedikasi ini. Gaya pendekatan yang memanusiakan manusia pada umumnya dan generasi muda pada khususnya patut dijadikan teladan. Dia pula yang memotivasiku bahwa menulis sangat penting sebagai strategi pergerakan mahasiswa dalam membangun image branding. Dia mengajarkan bahwa membangun branding secara nyata lebih penting dari pada menyandangkan gelar pendidikan di belakang nama kita. Bahkan tanpa memasang atribut atau gelar pendidikan di belakang namanya, bisa dipastikan bahwa dia lebih dikenal dan berdampak di Indonesia ketimbang para professor besar di negara ini. Kali ini, menjadi mahasiswa 2.0 adalah orientasiku!
 
Meutia Hafid
Satu-satunya sosok wanita yang menginspirasi dan mempengaruhi pergerakanku selama ini. Dia merupakan sosok yang penuh regalitas namun tetap menunjukkan gaya aristokratnya. Salah satu TV anchor idolaku. Gayanya lantang, menunjukkan kecerdasan dalam mensistematiskan otak. Keberanian yang dibalut intelektualnya dalam berdiplomasi serta berlobi, adalah salah satu yang menjadi modelku. Dia sangat mempengaruhiku dari segi intelektual jurnalistik. Dia bukan orang jurnalistik, tapi ia bisa membuktikan dan menggunakan apa yang ia pelajari dari disiplin ilmunya sebagai wawasan dalam menyikapi persoalan dengan nafas jurnalistik. Arah dedikasiku ke depan semakin jelas dan seakan mendapatkan gurunya setelah membaca bukunya “168 jam dalam sandera”. Bahkan aku begitu merasakan sekali seperti apa yang ia tuturkan dalam buku itu. Bagaimana dia dengan keprofesionalannya dalam situasi turbulen tetap dapat menggunakan naluri kewartaannya untuk menbaca serta situasi itu sendiri. Kali ini, TV anchor dan jurnalist adalah orientasiku!

                     

SK Trimurti
Soerastri Karma Trimurti adalah satu lagi tokoh yang menjadi panutanku. Jika Meutia Hafid adalad mazhabku dalam dunia jurnalistik saat ini. Maka sang wartawati di era kemerdekaan yang juga menteri perburuhan ini adalah maestro yang bisa kujadikan panutan bagaimana seorang dedikator memperjuangkan prinsipnya. Walau masih terlalu jauh dari dedikasi y ang ia lakukan, mungkin siatu saat nanti ada sisi dariku yang mirip dari dia.

 

Sri Mulyani Indrawati
Dialah sang mazhab dalam pendekatan ekonomiku. Salah satu wanita yang berpengaruh ini telah menggiring arah dedikasiku bahawa untuk tetap mempertahankan idealis di dalam sistem, ada politik cantik yang bisa memenagkan itu semuanya. Inpirasiku terhadap dia saat dia berani menentang masalah penjnajahan finansial justru saat dia berada dan menjabat salah satu posisi di markas sang mafia sendiri (baca: IMF). Tangan besinya dalam mengolah kebijakan keuangan negara ini ternyata tak membuatnya jauh dari keluarga. Satu lagi dedikasi yang bisa diteladani.

 Tetap dalam dedikasi,

Ekak K. Hardianto

 

 

Satu Tanggapan ke “People behind me”

  1. Alfons Gunawan Says:

    mana profil diriku di page ini!!?????


Tinggalkan Balasan