Perkenalkan, namanya KM (1)

shake_hand_guy2 Ketika melihat, mendengar dan merasakan, ada benang merah yang ternyata dapat kita tarik. Ketiga aktivitas tersebut merupakan pengolahan minimal pancaindera inti manusia. Nah trus apa hubungannya dengan tulisan yang akan anda sedang baca sekarang. Setidaknya tulisan ini adalah sinergi dari panca indera saya antara peraba yang diwakili oleh jari saat mengetik, penglihatan yang  diwakilkan oleh mata saat harus membuka beberapa referensi dan coretan ide saya dalam notes hitam kesayangan, serta pendengaran yang diwakilkan oleh telinga saat menulis. Kebetulan saja saat ini tak melibatkan sama sekali indera terakhir itu. Namun tetap saja gosip tetangga sebelah bisa jadi termasuk salah satu inspirasi tulisan ini. Nah. Kemudian saya menyebutkan sinergi indera tersebut sebagai indera baru yang saya beri nama indera personal branding ( 🙂 gaya klasik muncul lagi). Semoga indera yang sedang berkenalan dengan anda sekarang ini cukup dapat menghipnotis anda selama kurang lebih llima menit ke depan. JIka belum, jangan khawatir, mumpung saya lagi baik karena lagi kesengsem dengan bahasan kali ini maka akan ada sekuelnya di beberapa postingan ke depan.

Oke sekarang menuju topik perkenalan yang saya maksud. Saya memutuskan untuk melanjutkan beberapa jargon yang banyak menjadi tagline khas saya dalam blog ini untuk menjadikannya artikel berseri dan terkategori. Oleh karena dalam postingan sebelumnya saya sedikit membahas knowledge management (KM) sedangkan mungkin sebagian dari anda belum paham makhluk apa sebenarnya dia? Dalam beberapa artikel ke depan bahasan ini akan lebih saya tambah porsinya. Sekarang mari saya perkenalkan dengan dia!

Knowledge management sendiri adalah konsep yang sudah lama dimunculkan. Hanya saja bagi orang awam mungkin tak begitu familiar. Konsep itu sendiri juga telah banyak yang mengimplementasikan dalam lingkup kerja, pendidikan, bahkan pergaulan. Diskusi ini mungkin akan saya mulai dengan petikan dari mbahnya marketing, Peter Drucker yaitu:

"The basic economic resource is no longer capital, nor natural resources, not labor. It is and will be knowledge"

Kalimat di atas mengindikasikan bahwa dunia ini sudah tidak lagi bergantung pada apa yang namanya sumber daya dalam bentuk capital maupun sumber daya alam, namun justru knowledge capital . Karena pengetahuan ini nantinya di masa yang akan datang memegang peranan yang nyata maka sudah saatnya harus ada management baru yaitu manajemen pengetahuan untuk mengolahnya. Banyak manusia bahkan organisasi di dunia yang datar ini  organisasi di dunia yang datar ini;) menderita kerugian karena  tak dapat mengolah pengetahuan dari lingkungnnya. Konon kabarnya di suatu institusi pemerintah, hanya karena PNS yang sudah 30 tahun mengurusi listrik dan AC masuk masa pensiun, sehari setelah itu listrik dan AC masih belum menyala ketika para pegawai sudah masuk kantor. Ya, tidak ada yang menyalakan listrik dan AC, karena hanya si PNS itu yang tiap pagi selama 30 tahun menyalakan listrik dan AC. Bahasa kromo-inggil-nya:

When employees leave a company, their knowledge goes with them  🙂

Transfer pengetahuan adalah mutlak dibutuhkan dalam memenangkan situasai apapun. Jika boleh digambarkan secara singkat sebuah organisasi harus megolah setiap inci pengetahuan manusia di dalamnya dengan cara:

  1. mengetahui keunggulan seluruh SDM
  2. menggunakan kembali pengetahuan yang sudah ada bukan membuat hal2 yang tidak perlu serta riskan mengulang kegagalan.
  3. Mempercepat penciptaan pengetahuan yang baru melalui pengetahuan yang ada.
  4. Menjaga pergerakan para manusianya gar stabil meskipun terjadi arus pergantian siklus manusia yang berdaa di dalam organisasi itu sendiri.

Jika ada pertanyaan, siapakah yang harus mengolah pengetahuan?organisasinya ataukah orangnya? Maka jawabnya adalah setiap orang harus dapat mengolah  pengetahuan mereka sendiri karena yang paling berkepentingan mendapatkan manfaat dari pengelolaan pengetahuan itu adalah individu. Hal itu dilakukan dengan cara mengabadikan sekecil apapun pengetahuan yang ditankap pleh panca indera yang saya bahas di muka tadi. Ketika semua pengetahuan yang saya dapat dalam perkuliahan, sekolah, menggarap tugas makalh dari dosen yang paling tak beken sekalipun adalah satu diantaranya. Semua pengetahuan itu harus dituangkan dapat tulisan karena hanya tulisan media sejarah yang paling murah. Coba simpan rapi semmua pengethauan itu kalau perlu dibuatkan databesenya sehingga mudah dicari. Siapa tahu suatu saat bumi ini gonjang ganjing, langit antah berantah, gunung mledosh akibat titisan nyai pellet, dan perdapaban kita musnah, akhirnya kumpulan2 pengetahuan yang terorganisasi tersebut jadfi prasasti berharga yang akan dituliskan sebagai sejarah oleh manusia sesudah kita. Setidaknya kita di alam lain sana bisa tersenyum bangga. Walaupun ngetopnya belakangan 🙂

Siapa bilang knowledge management itu susah. Buktinya apa yang sedang anbada lakukan sekarang adalah salah satu aktivutas mengolah pengetahuan. Bingung, masih gak adra juga, waduh coba tengok kanan kiri anda sekarang deh! Sudah paham. Belum juga? Olala rupanya satu-satunya cara agar anda paham tentang apa yang saya maksud adalh tidak bisa tidak dengan melanjutkan membaca tulisan ini hingga akhir.

Haha 🙂 sudah cukup menghipnotis? Iya, anda benar, kegiatan membaca anda sekarang adalah knowledge management . Bahkan ketika saya suruh anda untuk tengok kiri kanan bukannya agar terlihat kaya si nyemot lagi ketulup tapi saya mau memastikan bahwa nada mendengar sesuatu dari relasi sebelah anda yang itu juga merupakan pengetahuan. Untuk lebih gamblangnya ini saya berikan oleh-oleh dari ilmu computer.com yang kebetulan sangat membantu topic ini. Kalau gak percaya coba lihat sendir contoh aplikasi knowledge management.

km

Knowledge management tidak susah bukan. Yang buat susah mungkin penjelasan dosen yang kurang memakai bahasa manusia sampai lupa untuk mengelolah pengetahuannya sendiri. Tapi saya yakin semua dedikator yang berjalan di jalan dedikasi akan mulai mengolah pengetahuannya mulai dari sekarang. Nah sekarang anda telah tahu knowledge manangement itu sebenarnya species apa?

  1. Pengetahuan Ekspisit atau explicit knowledge : yaitu sebuah pengetahuan yan tertulis, terarsip, tersebar, dan bisa digunakan oleh orang lain sebagai bahan ajar atau referensi. Dari contoh di atas ketika seorang member milis memberi solusi dari buku, maka sebenarnya itu adalah bentuk explicit knowledge.
  2. Tacit knowledge : sebuah pengetahuan yang menbentuk know-how, skill, pengalaman, serta pemahaman, atau yang sering disebut sebagai rules of thumbs. Nah dari contoh di atas, ketika seorang member milis menjawab berdasarkan pengalaman dia, hasil ngoprek atau nggak sengaja dapat solusi misalnya, itu semua adalah tacit knowledge. Tapi tacit knowledge kadang kala sulit kita ungkapakan ketika seorang koki hebat kadang ketika menulis resep masakan, terpaksa menggunakan ungkapan “garam secukupnya” atau “gula secukupnya”. Soalnya memang dia sendiri nggak pernah ngukur berapa gram itu garam dan gula, semua menggunakan know-how dan pengalaman selama puluhan tahun memasak.

Nah dari perkenalan makhluk baru yang saya perkenalkan kepada anda barusan, maka layaknya orang baru kenalan, maka saat anda menghilang dari tempat duduk anda semenit lagi, jangan lupa untuk menindak lanjuti aktivitas baru ini dalam kehidupan anda. Caranya gampang kok. Anda tinggal merekam dan mengolah apapun informasi yang ditangkap oleh panca indera anda. Kenudian jadikan itu pengetauan baru dengan menuliskannya dalam jurnal atau weblog. Niscaya selain anda selamat di tempat tujuan, anda juga akan banyak memperoleh kesempatan untuk menebar keshalehan sosial lewat personal branding ini tentunya. Tapi ingat jangan pernah sombong, karena orang sombong temannya setan. 🙂 

REFERENSI:
Ilmukomputer.com
Romisatriowahono.net

Salam kenal dan tetap dalam dedikasi!

Ekak Hardianto

Iklan