Bukan Tentang Poligami atau Bahkan Berbagi Suami

Jika ditanya bagaimana rasanya berbagi suami tentunya saya tidak bisa merasakannya. Masa jeruk makan jeruk. Makanya poligami sangat digemari oleh para lelaki. namun bagaimanaberbagisuami membuat sistem poligami secara cantik itulah yang patut diperjuangkan :). Asal jangan sampai menjadi tren saja. Bagi anda para wanita, saya akan memperkenalkan ELS yang merupakan teman baru dari KM yang dalam postingan lalu telah saya kenalkan. Nah mungkin bisa menjadi alternatif anda sebelum memutuskan untuk mau di madu oleh lelaki.

Kalaupun hasilnya berbeda selepas anda membaca ini, ya apa boleh buat kesalahan bukan pada penulis. Aktivitas berbagi sesuatu memang mengasyikkan dan menyenangkan. Karena itu tahan nafsu anda untuk berbagi seuasai membaca tulisan ini dan marilah bergegas mempraktikkannya !

Dalam beberapa postingan saya yang lampau saya pernah memperkenalkan KM dengan personifikasi wajah tampan. Namun KM tidak hanya menawarkan pesona itu. Ia dapat membantu anda juga dalam mencarikan apa yang anda inginkan. Nah sekarang muncul teman baru dari KM, namanya ELS. Siapakah dia?

KM atau istilah yang sudah umum dipakai untuk knowledge management adalah suatu disiplin baru. Informasi dan definisi  KM secara komprehensif dapat dilihat di berbagai media dan sumber selain blog ini. Bahkan beragam konsep turunan KM pun mulai banyak menjadi sorotan. Untuk lebih memahami konsep tersebut dengan cepat, tak ada salahnya anda untuk duduk 1 jam di dunia web 2.0 ini. maka asumsi saya sebelum membaca tulisan ini adalah anda sudah sedikit banyak tahu tentang apa itu KM. Toh sudah kewajiban anda untuk mencari lebih detail lagi tentang KM.

Nah jika dilihat ke belakang KM begitu dianak emaskan oleh sebagian mereka  yang sadar dan paham betul dengan pentingnya knowledge sharing sebagai strategi peningkatan daya saing organisasi. Budaya yang kemudian berkembang dengan sebutan learning organization atau organisasi pembelajar ini intinya adalah bagaimana mengumpulkan berbagai macam pengetahuan dengan membuat berbagai jenis manusia untuk mau berbicara atau berbagi pengetahuan dalam wadah khusus seperti discussion forum, FAQ, milis, e-mail dan perangakat IT lainnya.

Esensi dari KM adalah untuk memudahkan serta mempercepat bagaimana informasi dapat dihimpun untuk membuat sebuah keputusan. KM secara tradisional dapat dilihat dari sistem pendokumentasian berbagai data-data di organisasi. Namun KM lebih efektif diterapkan dengan pendekatan IT khususnya web 2.0. Knowledge management system berbasis IT atau web yang ada dapat membantu untuk mencari informasi terkecil di belahan dunia manapun. Contohnya jika kita ingin mengetahui obat diet yang manjur, tinggal ketikkan frasa yang diharapkan di mesin pencari mbah google. Maka akan muncul sekian direktori yang memuat informasi yang berhubungan dengan kata kunci tersebut. Namun KM masih mempunyai kelemahan yaitu:

  1. Database KM tidak mempunyai proses aliran(workflow) yang berfungsi untuk menjaga sistem itu tetap up to date
  2. Tidak ada cara untuk mencari informasi kecuali anda sudah punya gambaran apa yang ingin anda cari.
  3. Anda harus tahu dulu dimana tempat persisnya untuk kata kunci yang anda cari.

Lantas siapa yang menjadi pesaing KM? Tersebutlah seorang manusia anggun bernama ELS yang siap untuk menjadi idola anda dimasa datang strategi daya saing masa  depan. Ya, ELS atau Expertise Location System adalah konsep baru dari KM yang lebih komprehensif. ELS dipandang  sebagai sebuah sistem direktori atau database yang lebih dinamis. ELS memungkinkan anda untuk menanyakan sebuah pertanyaan kemudian memburu orang yang tepat (pakar) untuk menjawab pertanyaan anda. Intinya ELS dibuat untuk mencari berbagai dokumen atau email di berbagai perusahan, sekolah, pemerintah tertentu untuk menentukan siapa yang paling menguasai suatu topik tertentu yang sedang anda cari.

Dari sistem ELS sangat dimungkinkan untuk bertanya secara otomatis dan menghubungi langsung kepada para pakar yang direkomendasikan oleh sebuah sistem. Setelah pertanyaan dijawab maka secara otomatis pula sistem akan menyimpan jawaban dalam folder knowledge database layaknya pada piranti KM lainnya. Dengan metode itu, jika pertanyaan yang sama ditanyakan kembali, maka si pakar tidak perlu menjawab untuk kedua kalinya. Berikut secara singkat ELS dapat menghemat waktu pekerjaan:

 ELS model

Jadi ELS pun tetap seperti KM tradisional yang masih membutuhkan manusia untuk memberikan pasokan input data ke database. Manajemen basis data atau sistem informasi memang menjadi sebuah gebrakan yang revolusioner dalam globalisasi. Organisasi siapa yang dapat memanfaatkan database sebagai strateginya maka akan semakin unggul dalam persaingan.

Berbagi informasi memang belum menjadi kultur bagi banyak orang karena anggapan bahwa informasi adalah modal bagi seseorang agar dikatakan “bernilai” dibandingkan orang yang lainnya masih tertanam kuat pada mental manusia tradisional. Sehingga berbagi informasi dianggap sebuah ancaman dari “ keunggulan kompetitif” seseorang.

Untuk membuat orang lain mau memberikan informasi secara sukarela memang sulit, tapi masa harus diberikan insentif uang terus agar tercapai era keterbukaan. Nah bagaiman dengan anda? Apakah siap untuk melakukan dedikasi selanjutnya dengan menularkan ilmu , pengetahuan, dan bahkan tip khusus kepada rekan sekantor, sekampus, atau sekampung

P.S: Wahai para wanita, janganlah mau untuk berbagi suami selagi berbagi informasi itu masih dapat mempertemukan anda dengan seorang pakar yang mungkin dapat menjadi calon suami anda sendiri:).

Tetap berbagi informasi dalam dedikasi,

Ekak Hardianto

Iklan