Saya Punya Ide…

lightbulb-idea1Beberapa waktu ini saya disibukkan oleh banyak hal yang membutuhkan penanganan cukup serius. Saya sempat termenung ketika melihat sudut ruangan tempat dimana biasanya segala aktivitas saya lakukan di sana. Selalu saja yang muncul adalah sejumlah gagasan yang berseliweran tentang bagaimana caranya membuat sebuah terobosan dalam hidup, tempat aktivitas (kampus), garda banyu biru, serta branding pribadi yang merupakan dasar karier nantinya. Inilah alasan utama kenapa banyak ide yang berterbangan di otak ini yang ingin diwujudkan, tapi sayangnya jarang mendapat tempat atau bahkan harus kontroversi dulu.

Apa sebenarnya pokok permasalahannya? Apa idenya jelek? tidak juga. Buktinya tanggapan secara eksplisit selalu positif. Hanya yang mengherankan mengapa begitu susah untuk mereka mengerti. Banyak ide bagus dan brilian namun justru tak dilakukan dengan benar. Kalau sudah begitu, ide yang bagus tadi akan terbuang dengan percuma.

Sungguh sayang dan ingin berteriak rasanya, ide itu hanya terpendam di kepala. Namun dari pengalaman Pitching sebuah ide yang pertama kali di depan jajaran petinggi universitas yang lalu, laksana melakukan sebuah pitching tender besar seperti di dunia korporasi. Saya merenungi dan membawa pesan yang dapat jadi sebuah tip bagi anda sekalian. Olala… intinya cara kutu kupret yang sok berani dalam mengutarakan ide itu lebih penting daripada ide itu terendap. Kalaupun toh banyak pertentangan dan kontroversi, ya inilah pembelajaran hidup. Sampai kapan kita akan berada di atas menara gading, kalau gak pernah mau turun ke bumi untuk melihat dunia yang sesungguhnya patuh pada rutinitas yang itu-itu aja.hehe:)

Sebenarnya mempunyai ide itu bagus, tapi menawarkan dan mengutarakannya kepada pihak lain itu tantangannya. Tak bisa dipungkiri banyak orang takut untuk mengeluarakan ide yang ada dipikirannya. Bayangkan akan penolakan telah menggurita di sana-sini. Akibatnya mereka takut kalau ide yang dianggap brilian itu ditolak mentah-mentah oleh orang lain. Ini mengapa kecenderungan para rekan dan manusia yang sering saya jumpai lebih memili untuk berada di wilayah aman, tetap normatif, tana mau berevolusi di aliran kontroversi. Efeknya, mereka terlalu nyaman pada menara gadingnya sehingga tak bisa lagi menerima sebuah terobosan yang justru bagus jika dilaksanakan.

Padahal mempunyai pikiran yang positif itu penting. Berpokir positif akan membuka kesempatan atau menawarkan ide-ide yang kita temukan. Ide adalah prodek yang berasal dari inspirasi, kreativitas, dan kerja keras kita sendiri.

Secara ilmiah memang tak ada resep untuk mengutarakan ide tersebut atau bahasa kerennya mem-pitching-kan ide. Namun perlu digarisbawahi bahwa proses dan persiapan memerlukan waktu yang lebih panjang ketimbang waktu untuk mempresentasikan ide tersebut.

Berdasarkan apa yang saya alami sekarang, mungkin tepat jika momentum ini dapat dijadikan tip-tip dalam membantu mengeluarkan ide yang tengah terkubur di dalam pikiran anda. Sehingga anda dapat mempresentasikannya dengan efektif dan dapat diterima baik oleh pihak lain dan yang lebih penting lagi adalah personal branding anda akan meningkat. Nah, apa sajakah cara kutu kupret tersebut?yuk kita bahas…

1. Testing….testing
Ada baiknya ketika ingin mengutarakan sebuah ide yang dimaksud, anda dapat mendiskusikannya terlebih dahulu kepada orang yang bisa dipercaya penuh. Orang ini bisa jadi mentor, guru, atau bahkan pembimbing. Pendapat mereka mungkin akan berguna dan untuk dipertimbangkan, sebelum ide tersebut ditumpahkan langsug pada sasaran sesungguhnya. Inilah yang saya lakukan yaitu dengan mencari orang yang mempunyai kapasitas cukup secara pengetahuan dan dapat dipercaya agar ide itu tidak “bocor” kemana-mana. Di sisi lain saya akan dapat input lebih untuk memoles ide tersebut hingga menjadi semakin sempurna. Makanya biasanya saya tembak mereka yang berada di bagian paling atas.

2. Tentukan Sararan
Sebelum melakukan pitching ide, pikirkan dulu masak-masak siapa orang yang tepat untuk dijadikan sasaran sesungguhnya agar ide itu bisa terwujud. Bos kita mungkin seorang yang mengambil keputusan, namun beum tentu dapat tahu dan menerima ide itu. Orang yang tepat untuk mendengarkan ide tersebut justru mungkin berasal dari seorang rekan, pimpinan departemen lain, atau bahkan dari tempat lain. Hal yang penting dalam melakukan pitching sebuah ide adalah menemukan orang yangpaling kuasa untuk mengimplementasikan ide kita.

Apabila anda sudah menemukan sasaran, selanjutnya berusaha untuk mengetahui informasi tentang sasaran tersebut. Karakter, kepribadian, dan gaya bisnisnya mungkin salah satunya. Inilah yang saya lakukan sehingga dengan mengetahui pola dan politik sasaran, merupakan modal utama untuk menjejelkan ide kita. Gaya pitching anda nanti harus disesuaikan dengan semua informasi yang ada. Nah, ketika melakukan pitching nanti, tugas anda adalah menarik dia ke pihak anda dengan membuat di amengerti bahwa ide anda briian dan bisa diterapkan. Paling penting lagi adalah membuat ia mengerti mengapa harus menerapka ide tersebut.

3. Latihan dan Persiapan
Ide yang ada di kepala adalah alas an utamamengapa anda mau melakukan dan memperjuangkan semua ini. Bentuk, asah, dan terus sempurnakan ide tersebut sehingga anda bisa membuat kesimpulan dari semuanya dalam satu kalimat sederhana, tidak peduli seberapa besar atau serumit apa ide anda tersebut. Ya, anda harus dapat menjelaskan keseluruhan ide dalam satu kalimat sederhana.

Inilah yang saya lakukan ketika member contoh-contoh konkret keberhasilan jika ide tersebut terlaksana. Kuatkanlah ide anda dengan contoh-contoh karena banyak orang akan memberikan respon yang cukup baik terhadap cerita dengan latar belakang contoh nyata.

4. Sesuai waktu
Idealnya anda harus mempersiapkan pitching dalam beberapa waktu versi tergantung situasinya. Setelah tahu dan memiliki sasaran, waktu, dan bahan yang tepat untuk memulai pitching, maka bersiaplah untuk melakukan pitching dalam beberapa versi berikut:

Pertama, pitching 5 detik: pada versi ini, anda harus benar-benar dapat menyampaikan ide dalam satu kalimat. Ya “satu kalimat sederhana” . percaya atau tidak kalau para ahli menyatakan bahwa ide serumit apapun selalu tetap bisa disimpulkan menjadi satu kalimat sederhana.

Kedua, pitching 30 detik: pada tahap ini anda mempunyai waktu kesempatan untuk menjelaskan ide layaknya sebuah abstrak dalam skripsi. Mulailah dengan 5 detik pembukaan yang dilanjutkan dengan 2, 3 poin utama yang strategis yang bisamendukng kalimat pembka tadi hingga jadi hidup dan atraktif.

Ketiga, pitching 5 menit: ini adalah versi penuh dari keseluruhan ide yang sudah dijelaskan pada poin-poin di atas. Jadi harap ingat, menjelaskan lebih dari 5 menit akan membuat orang lelah, ngantuk, atau tertidur.

5. Post – pitch
Setelahmelakukan pitching, sekarang saatnya menjawab pertanyaan dengan jawaban yang sudah dipersiapkan. Lebih penting lagi, persiapka dua macam respon untuk menghadapai dua macam tanggapan yang kemungkinan muncul dari sasaran yang dituju, yaitu bilaia setuju dnegna ide tersebut atu tidak.

Bila disetujui, maka sediakan langsung bukti yang berbentuk data tertulis diformat secara cantik sehingga meyakinkan, baik hasil riset, laporan, atau informasi apapun yang sekiranya dipelukan untuk menjalankan ide tersebut. Sebaliknya jika ditolak, anda juga harus tahu mengapa ide itu ditolak. Infrmasi dan pengalaman sangatlah penting untuk persiapan pitching selanjutnya.

Nah,itulah beberapa kiat dalam melakukan pitching sebuah ide. Berawak dari suatu pengalaman yang memang sedang saya jalani, berbagi tips ini mungkin salah satu strategi jitu dalam menyalurkan aspirasi. Melakukan pithing suatu ide bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan kekuatan untuk keluar dari wilayah yang tenang. Kalaupun menjadi sebuah aliran kontroveri sekalipun, memang itu resikonya. Tapi dampakapa yangakan terjadi di belakangnya lah yang tidak mereka ketahui

Karena “ Banyak orang mungkin hanya melihat ide-ide yang berhasil di dunia ini, tapi sadarilah juga berapa banyak ide yang gagal untuk membuat satu ide yang berhasil tersebut”

Tetap dalam kontroversi ide brilian,

Ekak Hardianto

Iklan